Jumat, 23 September 2016

Dalam membuat disain sebuah mesin, seorang engineer atau perekayasa hendaklah memperhatikan 4S dalam disainnya.

1. Smart

Sebuah mesin dikatakan smart apabila ada banyak fungsi yang dapat diaplikasikan pada mesin tersebut. Hanya dengan menggunakan 1 sentuhan saja, mesin tersebut bisa secara otomatis melakukan proses pengerjaan dari bahan menjadi barang jadi. Tentunya hal ini berdasarkan rekomendasi dari user, baik dari sisi loading unloading, flow procces, cycle time, sampai cara pembuangan residu hasil proses pun hendaklah terliput di dalamnya.

Teori kemungkinan bisa diterapkan dalam mengembangkan suatu rancangan mesin. ada banyak  faktor yang dapat mempengaruhi hasil pembuatan mesin. Seorang engineer hendaklah memahami hukum sebab akibat, karena dengan memposisikan sebuah part mekanis akan ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada kinerja actual pada mesin tersebut, dan hendaklah engineer tersebut dapat menutup kemungkinan-kemungkinan yang akan dapat merugikan kinerja mesin tersebut.

2. Small

Buat apa memakai truck bila sebuah barang bisa dibawa dengan menggunakan pick up. Banyak sekali seorang engineer beranggapan semakin besar frame, maka akan semakin besar pula ketahanan frame tersebut. Secara perhitungan hal itu adalah suatu kepastian, cuma seorang engineer jangan takut untuk membuat frame yang kecil selama memenuhi kaidah-kaidah perhitungannya.

Semakin kecil suatu mesin maka semakin mudah movingnya, semakin murah biayanya dikarenakan tidak mubadzirnya material yang dipergunakan dan biaya proses pembuatan part-partnya. Tepat guna adalah tujuan akhirnya, yang secara otomatis akan mempengaruhi biaya produksi pembuatan mesin tersebut.

3. Simple

Kesederhanaan akan mempengaruhi waktu dalam membangun sebuah mesin. Semakin mudah proses instalasi maka akan semakin cepat waktu yang dibutuhkan. Jangan membuang waktu untuk memasang sebuah part.

Kebanyakan seorang engineer selalu zoom in ketika membuat suatu rancangan. Terpaku pada sistem mekanis suatu assembly yang sedang direncanakan, tanpa zoom out perencanaan assembly yang lain, sehingga ketika dipadukan banyak kesulitan ketika proses actual pengerjaan assembly mesin yang akan mempersulit perawatan mesin tersebut nantinya.

4. Safety

Karena kesibukan mencari cara agar sebuah mesin dapat berfungsi, seringkali mengakibatkan seorang engineer melupakan faktor safety, membuat part-part pendukung keselamatan ketika proses akhir setelah ditemukannya proses mekanis yang berbahaya pada saat trial. Padahal faktor safety ini mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.

Semoga bermanfaat